BENGKULU SELATAN – Memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026, Polsek Pino, Polres Bengkulu Selatan, mempererat silaturahmi dengan kalangan pesantren melalui kunjungan ke Pondok Pesantren Qudwatunaa Islamic Boarding School di Desa Padang Lebar, Kecamatan Pino, Kamis (22/10/2026) sore.
Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 16.45 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolsek Pino, IPTU Yosep Hendratno, R., bersama sejumlah personel Polsek Pino. Kedatangan rombongan disambut oleh pihak pondok pesantren yang diwakili Mudir, Ustaz Anggi Julius.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Pino menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026 sebagai bentuk penghargaan terhadap peran santri dan pesantren dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, berkarakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai simbol kebersamaan dan perhatian kepada keluarga besar pesantren, IPTU Yosep Hendratno menyerahkan nasi tumpeng kepada perwakilan pengasuh pondok pesantren.
Kapolsek Pino, IPTU Yosep Hendratno, mengatakan bahwa momentum Hari Santri Nasional menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dengan para ulama, pengasuh pondok pesantren, serta para santri.
“Kami mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pondok pesantren. Kami berharap para santri terus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, cinta Tanah Air, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Selain mempererat silaturahmi, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya kepada para pengasuh dan santri di lingkungan pondok pesantren.
Polsek Pino mengajak seluruh keluarga besar pesantren untuk bersama-sama mencegah berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, paham radikalisme, kekerasan seksual, hingga tindakan perundungan atau bullying.
Menurut Kapolsek, lingkungan pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri untuk menuntut ilmu, membentuk karakter, serta mengembangkan potensi diri.
Karena itu, diperlukan kepedulian dan kerja sama semua pihak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan dan penyalahgunaan narkoba.
“Kami mengajak para pengasuh, tenaga pendidik, dan seluruh santri untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Apabila menemukan atau mengetahui adanya tindakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, perundungan, maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, segera koordinasikan dengan pihak terkait agar dapat ditangani dengan tepat,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara Kepolisian dan lembaga pendidikan keagamaan sangat penting dalam membangun kesadaran hukum serta menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan sikap saling menghormati di kalangan generasi muda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri PS Kanit Binmas AIPTU Hendi Supendi, PS Kanit Provos AIPTU Irawan Akbar, PS Kanit Samapta AIPTU Kabit Suryanto, serta Kasium BRIPKA Omay Saepudin.
Melalui kegiatan ini, Polsek Pino berharap hubungan harmonis antara Polri dan kalangan pesantren semakin kuat sehingga dapat mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Momentum Hari Santri Nasional ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab Kepolisian, melainkan membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, pengasuh pesantren, dan para santri. (thor)
