BENGKULU SELATAN – Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, S.I.K., M.Si., turun langsung menyapa masyarakat melalui program Quick Wins Kapolri Jumat Keliling di Masjid Al-Muhajirin, Desa Lubuk Ladung, Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung usai pelaksanaan salat Jumat tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Kepolisian dan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi serta mendengarkan berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Didampingi Kasat Binmas AKP Andi, Kasat Intelkam Iptu Roni Mulyanto, S.I.Kom., M.H., Kapolsek Kedurang Ilir Ipda Erlan Piktori, S.IP., serta sejumlah personel Polres Bengkulu Selatan, Kapolres menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para jemaah.
Dalam arahannya, Kapolres mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, salah satunya dengan menghidupkan kembali kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di desa masing-masing.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap pengawasan anak dan remaja agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif, seperti perkelahian, balap liar, penyalahgunaan narkoba, hingga perjudian daring.
“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap situasi di sekitar, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” ujar Kapolres.
Dalam sesi dialog bersama masyarakat, sejumlah persoalan disampaikan kepada Kapolres untuk mendapatkan perhatian dan solusi.
Camat Kedurang Ilir mengungkapkan masih adanya warga yang menangkap ikan di sungai menggunakan alat setrum dan racun.
Praktik tersebut menjadi perhatian karena dapat merusak ekosistem perairan serta membahayakan kelestarian sumber daya ikan.
Menanggapi hal itu, Kapolres menekankan kepada jajaran Bhabinkamtibmas agar meningkatkan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai larangan menangkap ikan menggunakan cara-cara yang merusak lingkungan.
Apabila pelanggaran masih terus terjadi setelah upaya pembinaan dilakukan, kepolisian akan mengambil langkah penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Persoalan lain disampaikan Kepala Desa Lubuk Ladung terkait adanya remaja yang kerap terlibat perkelahian dengan sesama remaja.
Kapolres mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi, membina, dan mengarahkan anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang.
Orang tua juga diharapkan mendorong anak untuk mengikuti kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi dan membentuk karakter mereka.
Di sisi lain, Polsek Kedurang Ilir didorong meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, terutama di lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya para remaja.
“Kami mengharapkan para orang tua lebih peduli terhadap pergaulan anak-anaknya. Pengawasan dan pembinaan harus dimulai dari keluarga. Apabila ditemukan indikasi kenakalan remaja atau perilaku yang menyimpang, segera koordinasikan dengan pihak sekolah maupun kepolisian agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Sementara itu, seorang warga bernama Kustan menyampaikan kekhawatirannya mengenai dugaan penyalahgunaan obat batuk merek Komix oleh kalangan anak sekolah dan remaja.
Menanggapi keluhan tersebut, Kapolres mengajak masyarakat agar tidak menutup mata terhadap perilaku yang berpotensi membahayakan generasi muda.
Warga diminta segera melaporkan informasi yang diketahui kepada pihak kepolisian maupun sekolah sehingga dapat ditindaklanjuti melalui pengawasan, pembinaan, dan langkah lain sesuai kebutuhan.
Selain menyerap aspirasi, Kapolres juga mengajak para tokoh agama dan pengurus masjid untuk berperan aktif menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian, penipuan daring, dan penyebaran paham radikalisme.
Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai moral, membangun kepedulian sosial, dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Program Jumat Keliling merupakan salah satu upaya Polres Bengkulu Selatan menghadirkan pelayanan kepolisian melalui pendekatan humanis dan religius.
Melalui komunikasi langsung, kepolisian diharapkan dapat mengetahui persoalan yang berkembang di masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik.
Kehadiran Kapolres beserta jajaran di Masjid Al-Muhajirin mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dialog yang berlangsung juga menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan keluhan dan memperoleh penjelasan langsung dari pihak Kepolisian.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Bengkulu Selatan berharap sinergi antara Kepolisian, pemerintah desa, tokoh agama, orang tua, dan masyarakat semakin kuat dalam mencegah gangguan kamtibmas serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. (thor)
